Kontraktor Bangunan

Tugas dan Tanggung Jawab yang Dimiliki Oleh Kontraktor Bangunan

Ketika akan membangun rumah, kita pastinya akan membutuhkan jasa kontraktor bangunan yang akan membantu melaksanakan proses pembangunan dan konstruksi rumah. Kontraktor adalah sebuah badan hukum atau badan usaha yang disewa untuk mengerjakan proyek sesuai dengan isi kontrak perjanjian dengan klien. Biasanya proyek yang dikerjakan memiliki batas waktu penyelesaian, detail pekerjaan yang harus dikerjakan dan juga total biaya yang dibutuhkan.

Kontraktor biasanya memiliki cakupan pekerjaan yang luas di mana setiap kontraktor akan fokus pada keahlian di bidangnya masing-masing. Pekerjaan kontraktor bukan hanya mencakup pembangunan rumah namun bisa saja meliputi renovasi rumah, pembangunan gedung besar seperti mall dan gedung perkantoran, pembangunan dan perbaikan jalan raya ataupun bandara, dan proyek-proyek lainnya.

Tugas dan Tanggung Jawab Kontraktor Bangunan

Sebelum menugaskan kontraktor untuk memulai pekerjaannya, sebaiknya klien memahami terlebih dahulu ruang lingkup tugas dan tanggung jawab kontraktor bangunan mereka selama proses pekerjaannya berlangsung. Tugas dan tanggung jawab ini juga berhubungan langsung dengan kesepakatan antara kontraktor dan klien. Klien sebaiknya selalu memantau pekerjaan kontraktor di lapangan agar pekerjaan berjalan sesuai keinginan dan kesepakatan yang telah dijanjikan.

  1. Pelaksanaan pekerjaan harus sesuai dengan kontrak perjanjian yang telah disepakati sebelumnya antara perusahaan penyedia jasa konstruksi dan klien. Kontrak ini juga dapat menjadi acuan dalam melakukan proses pembangunan.
  2. Kontraktor wajib melaporkan perkembangan pembangunan secara berkala baik itu harian, mingguan, ataupun bulanan. Laporan biasanya harus disampaikan kepada tim pengawas dan klien. Selain proses perkembangan pembangunan, hal-hal lainnya yang harus dilaporkan yaitu jumlah tenaga kerja, proses pelaksanaan pekerjaan oleh tenaga kerja, dan hal lainnya seperti perubahan cuaca sehingga tidak mendukung pekerjaan atau hal tak terduga lainnya.
  3. Kontraktor wajib memastikan proses pembangunan berlangsung sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun bersama dengan tim maupun klien sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu.
  4. Kontraktor wajib menyediakan dan mempersiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk proses pembangunan termasuk tenaga kerja dan material yang dibutuhkan demi kelancaran proyek. Namun hal ini juga perlu didiskusikan terlebih dahulu kepada klien karena beberapa klien memilih untuk membeli material sendiri.

Pekerjaan kontraktor terkadang juga memiliki resiko karena terdapat ketentuan dalam perjanjian kontrak yang harus dipenuhi karena apabila seorang kontraktor gagal melakukan pekerjaannya sesuai dengan yang telah dijanjikan contohnya seperti gagal menepati waktu perjanjian untuk menyelesaikan bangunan maka kontraktor akan dikenakan denda ataupun sanksi.

Dengan adanya kontrak perjanjian, klien juga dapat menuntut kontraktor jika terjadi pelanggaran yang tidak sesuai dengan kontrak. Oleh karena itu kontraktor bangunan harus benar-benar memiliki keahlian di bidangnya, harus konsisten dan teliti dalam proses pengerjaannya agar proyek dapat berjalan dengan baik dengan hasil yang memuaskan.